Peresmian Ikon Kampung Bola Internasional: Kutuh Jadi Inisiator Pengembangan Sport Tourism Berbasis Sepak Bola

Badung, 16 Juni 2019 – Telah berlangsung peresmian Ikon Kampung Bola Internasional di kawasan Gunung Payung Cultural Park, Desa Kutuh, Badung, Bali. Ikon Kampung Bola Internasional dibangun diatas lahan seluas 16 hektar yang merupakan pelaba Pura Dangkahyangan Gunung Payung. Ikon Kampung Bola Internasional merupakan sebuah bola raksasa berdiameter 5 meter dan dibangun di atas miniatur pulau Bali.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri, dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga Raden Isnanta, dan Dirjend PDT dan Transmigrasi RI Ir. Herlina Sulistyorini, Anggota DPD Bali Arya Wedakarna serta sejumlah pejabat terkait.

Peresmian Ikon Kampung Bola Internasional ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukkan seperti, Tari Hanoman, Baleganjur, Tari Rangdu Natha (Tarian khas Desa Adat Kutuh), Fire Dance, Water Drum, Tari Kecak, atraksi bola serta pertunjukkan kembang api yang ditampilkan secara berurutan pada puncak peresmian. Acara ini pula turut dimeriahkan oleh Joni Agung & Double T yang tampil pada setelah Ikon Kampung Bola Internasional diresmikan.

Deputi Bidang Pengembangan Industri, dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan program Kampung Bola Internasional yang diusung oleh Desa Kutuh bekerjasama dengan Yayasan GOBOLABALI ini dapat menarik minat wisatawan mancanegara lebih banyak lagi.

“Ini bagus sekali, bisa menjadi contoh juga untuk pengembangan desa wisata di desa-desa yang lain, bukan hanya di Bali. Pengembangan pariwisata melalui desa wisata itu otomatis dia keterlibatan masyarakatnya tinggi,” ujar Giri Adnyani. Ia menambahkan, sejauh ini Kementrian Pariwisata RI telah berupaya mendukung sesuai dengan kapasitasnya. “Nah itu kami akan mendukung dengan program-program yang berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya kemenpar. Seperti deputi destinasi fokusnya pada 3A seperti pembangunan aksesibilitas, atraksi, dan aminitas,” kata Giri Adnyani.

Dirjend PDT dan Transmigrasi RI Ir. Herlina Sulistyorini berpendapat, “Nah ini memang inovatif sekali dan mungkin termasuk yang paling awal untuk melakukan pembangunan sarana dan prasarana olahraga desa ini. Jadi ini memang salah satu kebijakan kementrian desa yang sudah digulirkan sejak tahun kemarin,” ujar Herlina. Ia mengharapkan program ini tidak hanya sekedar memberi output  berupa pembangunan fisik tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kutuh melalui annual event yang digelar oleh Kampung Bola Internasional.

Sementara itu, Deputi III Pembudayaan Olahraga, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI Raden Isnanta menganggap program Kampung Bola Internasional adalah padanan yang sangat spektakuler karena memadukan keindahan alam, budaya serta olahraga. “Dukungan kita adalah, bagaimana mempromosikan pariwisata Bali pada dunia luar bahwa sepak bola Indonesia itu sekarang semakin kuat semakin menarik dan kompetitif,” kata Raden Isnanta.

Namun, Raden Isnanta juga menilai program Kampung Bola Internasional ini masih banyak membutuhkan sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti lapangan. Hingga saat ini Desa Kutuh baru memiliki 1 lapangan berstandar internasional.

Giri Adnyani pun memberi pesannya terkait program ini. “Pesan saya (Desa Kutuh) adalah jangan lupa carrying capacity. Carrying capacity itu silakan dianalisa seberapa desa ini mampunya supaya meminimalisir dampak negatif,”ujar Giri Adnyani.

 

 

BAGIKAN